Kenapa Perut Keras dan Cepat Lelah?

Mual, muntah, susah makan, berat badan turun drastis, perut keras, dan mudah lelah memang bisa terjadi salah satunya karena penyakit asam lambung (sindroma dispepsia). Pada sebagian kasus, kondisi ini memang terjadi berkaitan dengan suatu penyakit, misalnya gastroesophageal reflux disease, gastritis, kanker lambung, tukak lambung, kolangitis, kolesistitis, kanker kantung empedu, batu empedu, pankreatitis, bahkan kanker pankreas. Akan tetapi, lebih banyak penderita dispepsia yang tidak diketahui pasti pencetusnya (dispepsia fungsional). Diagnosis penyakit ini idealnya ditegakkan tidak hanya lewat wawancara dan pemeriksaan fisik, namun juga melibatkan pemeriksaan lanjutan, termasuk endoskopi dan pemeriksaan lain seperti yang telah Anda jalani sebelumya.

Di samping sindroma dispepsia, keluhan-keluhan Anda mungkin pula terjadi berkaitan dengan sebab lain, seperti radang usus, alergi makanan, sindroma iritasi usus, gastroenteritis, tumor jinak atau ganas lain di saluran cerna, gangguan hormon, gangguan hati, gangguan pola makan, dan sebagainya.

Kondisi Anda yang perutnya masih terasa keras dan mudah lelah kala beraktifitas bisa terjadi saat penyakit Anda belum tertangani dengan optimal. Hal ini juga mungkin yang membuat berat badan Anda sulit naik.

Supaya jelas, agaknya Anda perlu periksakan kembali diri Anda ke dokter atau dokter penyakit dalam yang merawat Anda. Tergantung penyebabnya, nantinya dokter bisa memberi Anda obat, melakukan pemeriksaan penunjang, atau mungkin juga melakukan modalitas terapi lain (seperti pembedahan). Sementara waktu, keluhan Anda bisa diredakan dulu dengan:

  • Kompres hangat perut yang terasa tidak nyaman Makan dengan teratur, porsi kecil tapi sering (3-4 jam sekali)
  • Jangan dulu mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak gas, minyak, lemak, serat, dan asam
  • Variasikan nilai gizi dalam makanan Anda, utamanya yang mengandung tinggi kalori dan protein
  • Minum lebih banyak
  • Tenangkan pikiran Anda
  • Berolahraga semampu Anda, setidaknya 30 menit setiap hari
  • Jauhi alkohol, rokok, dan jangan sembarangan minum obat, selain yang diberikan dokter
Get updates in your Inbox
Subscribe